Nur Wulan, Dra., MA., Ph.D.

education is the best way to change the world

internasionalisasi kampus, apa itu?

23 February 2012 - dalam opini Oleh nurwulan-fib

Internasionalisasi Kampus, Apa itu?
Akhir-akhir ini, internasionalisasi nampaknya merupakan salah satu kata kunci penting dalam dunia pendidikan kita. Mulai dari TK hingga perguruan tinggi berlomba-lomba untuk menjadi institusi pendidikan “bertaraf internasional”. Sekolah-sekolah ini berlomba-lomba untuk mempromosikan program internasionalisasi mereka, seperti penyampaian pelajaran dalam bahasa Inggris, fasilitas belajar yang canggih, hingga berkunjung ke luar negeri. Sebetulnya, apa yang perlu kita persiapkan untuk menjadi institusi berwawasan internasional, dan bagaimana dengan kampus kita?
Sejak resmi mencanangkan diri menjadi BHMN, Universitas Airlangga berkomitmen untuk menjadi universitas unggulan di tingkat internasional. Dengan moto Excellence with morality, universitas tertua di Jawa timur ini bertekad untuk selalu mencapai keunggulan akademik dengan berdasarkan pada moral agama. Tentunya, moto ini tidak boleh menjadi jargon tanpa makna. Ini adalah tantangan berat yang mesti kita hadapi bersama dalam era yang semakin kompetitif ini. Nampaknya, menjadi unggul di tingkat internasional bukan lagi pilihan, tapi suatu keharusan untuk bisa bertahan hidup.
Jika mendapat rangking tertentu dalam sebuah standard internasional merupakan suatu ukuran, maka Universitas Airlangga secara perlahan mulai menunjukkan eksistensinya. Pada tahun 2010, Unair berhasil menduduki ranking 466 menurut standard internasional versi Times Higher  Education. Badan ini secara berkala mengadakan ranking universitas di dunia berdasarkan standard yang telah mereka tetapkan. Menduduki rangking 466 bisa berarti ganda. Ini bisa berarti bahwa posisi kita masih “aman”, karena masih berada pada ranking 500 besar dunia. Namun, dan ini yang harus ditekankan, berada pada posisi ratusan dunia sama sekali bukanlah posisi yang bisa membuat kita bertepuk dada. Tentu kita patut bermimpi untuk bisa menduduki posisi jauh di atas posisi sekarang. Bahkan kalau mungkin, menjadi “100 top universities in the world”. Bermimpi tentu saja boleh kan?. Untuk mencapai mimpi ini tentu saja ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan.
Di atas segala hal yang bersifat fisik, misalnya gedung yang mentereng, ruangan berpendingin, dan kemampuan berbahasa asing yang mumpuni, setidaknya ada tiga hal yang perlu kita miliki untuk menjadi sebuah pribadi berwawasan internasional. Hal tersebut adalah kemampuan untuk melihat suatu permasalahan secara komprehensif, adaptif terhadap perubahan, dan percaya diri.
Untuk bisa berkiprah di tingkat global, kita tentu dituntut untuk bisa melihat permasalahan yang ada secara menyeluruh. Hal ini penting karena kemampuan untuk mengidentifikasi akar sebuah permasalahan hanya bisa dicapai jika kita bisa melihat keterkaitan pokok masalah dengan berbagai faktor lain. Supaya bisa menemukan win-win solution, kita tentunya harus mengerti permasalahan dari berbagai perspektif. Inilah salah satu modal utama untuk berkiprah dalam memberikan solusi terbaik bagi permasalahan global. Dalam memberikan sumbangan pemikiran terhadap isu pemanasan global, misalnya, kita tidak serta merta akan menyalahkan sepenuhnya pada penebangan liar yang banyak terjadi di negara berkembang. Jika kita menyadari bahwa penyumbang terbesar pemanasan global di planet ini adalah negara industri, tentu kita akan lebih bijak dalam memandang isu mutakhir ini. Mahasiswa yang sangat giat dalam mengkritisi kebijakan pemerintah dan kampus tentunya juga harus dituntut untuk mendapatkan gambaran menyeluruh dari permasalahan yang sedang mereka kritisi.
Hal lain yang tidak kalah krusialnya untuk menjadi seorang warga dunia adalah kemampuan adaptasi diri di setiap perubahan. Menjadi sukses di tingkat internasional membutuhkan mental baja yang tahan banting dan mudah menyesuaikan diri dalam lingkungan baru. Bagaimana seorang lulusan Unair mampu bersaing di tingkat global jika dia banyak mengeluh menghadapi situasi baru? Maka, ubahlah diri kita dahulu sebelum merubah dunia. Kita sendiri yang harus banyak melakukan inovasi di lingkungan baru, dan bukannya menuntut lingkungan yang sesuai dengan keinginan kita. Jika kita mempunyai mentalitas seperti ini, niscaya kita tidak akan banyak mengeluh dalam menghadapi situasi baru.
Kemampuan untuk banyak melakukan inovasi ini berhubungan dengan kepercayaan akan kemampuan diri yang tinggi. Seorang yang mempunyai rasa percaya diri yang tinggi tidak akan banyak menunggu instruksi dari atas untuk bertindak. Tentunya, kepercayaan diri ini bisa diasah lewat berbagai cara. Beberapa cara untuk bisa menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi adalah dengan banyak membaca, bergaul dengan berbagai kalangan, dan berorganisasi. Di bidang akademik, rasa percaya diri yang tinggi akan banyak menurunkan angka plagiasi dan kecurangan pada saat ujian dan mengerjakan tugas.
Bagi sebuah universitas, cita-cita untuk menjadi institusi berwawasan internasional tentunya membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Pejabat dan birokrat kampus, mahasiswa, dan karyawan, harus bahu membahu untuk mewujudkan cita-cita besar ini. Jika tiga syarat tadi kita miliki, maka siapa takut untuk go international?



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :